Recent Posts

Tutorial Codeigniter Bahasa Indonesia : Apa itu Codeigniter?

BERBAGIBERSAMA-Codeigniter adalah sebuah framework pengembangan aplikasi (atau toolkit) untuk membangun website menggunakan PHP. Tujuannya memungkinkan pengembangan project yang lebih cepat daripada penulisan code dari awal, dengan menyediakan banyak library yang biasanya digunakan dalam pengerjaan. Antarmuka yang sederhana dan struktur logika untuk mengakses library ini membuat Codeigniter mudah digunakan.
Codeigniter ditulis (dibuat) oleh Rick Ellis, seorang musisi rock yang menjadi programmer. Ia membangun perusahaan bernama Ellis Lab, yang mengembangkan  beberapa produk unggulan salah satunya CodeIgniter. CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir adalah versi 3.0.1, yang sampai saat ini, CodeIgniter dikembangkan oleh British Columbia Institute of Technology (http://www.bcit.ca/cas/computing).

Codeigniter cocok digunakan jika :
  1. Menginginkan framework yang sederhana.
  2. Membutuhkan performa yang luarbiasa.
  3. Kompatibilitas dengan standar hosting yang berjalan pada berbagai versi PHP dan konfigurasi.
  4. Menginginkan framework yang hampir tidak perlu melakukan konfigurasi.
  5. Menginginkan framework yang tidak perlu menggunakan command line.
  6. Mengingikan framework yang tidak perlu mengikuti batasan aturan coding.
  7. Tidak menginginkan untuk memaksa mempelajari template bahasa pemrograman (meskipun template parser disediakan jika diinginkan).
  8. Tidak menyukai kompleksitas, tetapi lebih suka solusi yang sederhana
  9. Membutuhkan dokumentasi jelas dan cermat.

Codeigniter sekilas adalah sebuah framework pengembangan aplikasi yang memiliki kelebeihan, antaralain : 
  1. Lisensi gratis di bawah Apache/BSD-style open source license.
  2. Sangat ringan dan cepat, sistem inti hanya memerlukan sangat sedikit library dan ini mencolok beberapa framework yang membutuhkan banyak resources tertentu.
  3. Codeigniter menggunakan pendekatan Model-View-Controller, yang memisahkan antar logic dan presentasi.
  4. Menghasilkan clean URL dan search-engine friendly. Daripada menggunakan pendekatan “query string” yang bersinonim dengan dynamic system, codeigniter menggunakan pendekatan segment-based. 
    example.com/news/article/my_article
  5. Kumpulan library lengkap yang paling banyak biasa dibutuhkan dalam pengerjaan web, seperti akses database, mengirim email, validasi form data, session, gambar dan lain-lain.
  6. Dapat dikembangkan, dengan menambahkan library, helper atau class tambahan yang dibuat sendiri.
  7. Memiliki dokumentasi yang jelas dan telitis serta memiliki komunitas pengguna yang ramah.
Sumber : Codeigniter User Guide
Bagikan
    Komentar Blogger

0 komentar:

Post a Comment

Gunaka bahasa yang santun dalam berkomentar.